Kamis, 19 Maret 2020

MANDIRI DAN DEWASA DI KOTA PERANTAUAN SURABAYA

Nama : Firman Hidayat
Nim : 081911333032
Prodi : Fisika

MANDIRI DAN DEWASA DI KOTA PERANTAUAN SURABAYA

Dewasa adalah suatu masa dimana kita tumbuh dengan ditandai berbagai macam aspek. Salah satu yang menjadi tanda bahwa kita telah dewasa adalah mandiri. Mandiri dari segi finansial adaah salah satu  wujud dari kedewasaan di kota  perantauan Surabaya. Masa dewasa juga ditandai mulai ada rasa malu jika masih meminta uang saku kepada orang tua. Peristiwa tersebut memang wajar dan benar adanya hingga kita sebagai insan yang memasuki usia dewasa hendaknya bisa hidup mandiri secara finansial.
Kehidupan dikota besar sangatlah berbahaya, apalagi Surabaya yang dikatakan kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta. Semua bahan pokok mulai dari makan, minum dan segala macam kebutuhan serba mahal berbeda dengan di desa yang semua serba murah. Mungkin inilah arti sebuah kehidupan seorang yang sedang berusaha memperbaiki nasib dengan merantau di kota perantauan. Kehidupan sehari-hari diwarnai berbagai macam peristiwa mulai dari polusi yang menjadi langganan sampai kemacetan yang tiara tara. Hidup di Surabaya ada sisi positifnya adalah kita bisa mengenal banyak orang dari berbagai daerah mulai dari gaya tampilan sampai sifat, sikap dan kebiasaan yang berbeda. Selain itu kita juga memiliki banyak jejaring yang luas ketika kita mulai hidup di tanah perantauan. Berbeda jika kita hanya di desa dan jauh dari orang-orang baru yang tidak kita dapatkan selain dikota besar.
Kuliah merupakan dambaan bagi semua orang terkhusus bagi yang berasal dari desa menjadi kebanggan tersendiri sebagai putra daerah yang mampu diterima di perguruan tinggi negeri favorit di Surabaya. Rasa bangga itu sampai saat ini masih terasa dan terpacu untuk bisa menjadi mahasiswa berprestasi nantinya. Selama satu semester telah banyak pengalaman yang saya dapatkan di kota perantauan ini. Mulai dari pengalaman pahit sampai pengalaman menyenangkan. Sedikit cerita bahwa pengalaman pahit saya dikota perantauan ini adalah saya kehilangan banyak barang berharga saya karena dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ketika saya sedang sholat dan saya menaruh barang saya tersebut dibelakang saya tidak menghiraukan akan keamanan barang saya tersebut, saya berfikir bahwa pasti akan aman-aman saja.
Setelah saya selesai menunaikan sholat barang saya tersebut sudah tidak ada dan hilang. Kemudian tanpa berfikir panjang saya langsung untuk melihatnya di camera CCTV di fakultas. Dikamera tersebut terlihat jelas bahwa ada seseorang yang masuk ke dalam masjid fakultas dan mengambil barang milikku. Takdir sudah menjadi garis besar bahwa nasi juga  sudah manjadi bubur. Sikap yang harus bisa diambil dari kejadian tersebut adalah ikhlas menerimanya serta selalu berfikiran positif pasti tuhan akan mengganti dengan yang lebih baik. Mendoakan orang yang melakukan perbuatan tersebut agar disadarkan dengan hidayah-Nya. Pelajaran yang dapat saya petik adalah agar selalu berhati-hati dalam menaruh barang di suatu tempat serta semua di dunia ini adalah titipan-Nya agar kita tidak kufur akan nikmat yang terlah diberikan kepada kita.
Pengalaman bahagia juga banyak saya dapatkan selama satu semester ini. Mulai dari pengalaman organisasi dengan mendapat keluarga baru sampai sedikit prestasi sang telah saya ukir selama satu semester  ini. Pengalaman organisasi saya mengikuti 4 organisasi kampus dan 1 organisasi eksternal kampus. Dari 4 organisasi internal kampus tersebut adalah BEM FST Unair, JIMM FST Unair, UKM Penalaran Unair dan UKM Seni Religi Unair. Didalam BEM sendiri saya diamanahi untuk memegang program kerja komunitas lomba dimana tupoksinya adalah mewujudkan mahasiswa aktif untuk mengikuti perlombaan. Didalam ukm pealaran saya kebetulan di amanahi menjadi kepala divisi kompetisi yang juga memiliki banyak target dalam satu tahun kepengurusan kedepan.
Prestasi didalam satu semester ini sedikit saya ukir yang nantinya saat lulus saya berkeinginan menjadi mahasiswa berprestasi. Prestasi saya didalam bidang kepenulisan baik itu lomba karya ilmiah sampai dengan business plan. Saya dalam semester 1 telah mendapat juara 3 LKTIA tingkat nasional,  selain itu saya juga diberi kesepatan untuk menjadi finalis Business Plan Competition di salah satu Universitas Swasta Favorit di Surabaya. Oleh karena itu,  penulis berpesan bagi anak rantau janganlah engkau ragu dan yakinlah ada Tuhan yang selalu menolongmu dikalau sedih maupun senang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar