Nim : 081911333032
Prodi : Fisika
MANDIRI
DAN DEWASA DI KOTA PERANTAUAN SURABAYA
Dewasa
adalah suatu masa dimana kita tumbuh dengan ditandai berbagai macam aspek.
Salah satu yang menjadi tanda bahwa kita telah dewasa adalah mandiri. Mandiri
dari segi finansial adaah salah satu
wujud dari kedewasaan di kota
perantauan Surabaya. Masa dewasa juga ditandai mulai ada rasa malu jika
masih meminta uang saku kepada orang tua. Peristiwa tersebut memang wajar dan
benar adanya hingga kita sebagai insan yang memasuki usia dewasa hendaknya bisa
hidup mandiri secara finansial.
Kehidupan
dikota besar sangatlah berbahaya, apalagi Surabaya yang dikatakan kota
metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta. Semua bahan pokok mulai dari
makan, minum dan segala macam kebutuhan serba mahal berbeda dengan di desa yang
semua serba murah. Mungkin inilah arti sebuah kehidupan seorang yang sedang
berusaha memperbaiki nasib dengan merantau di kota perantauan. Kehidupan
sehari-hari diwarnai berbagai macam peristiwa mulai dari polusi yang menjadi
langganan sampai kemacetan yang tiara tara. Hidup di Surabaya ada sisi
positifnya adalah kita bisa mengenal banyak orang dari berbagai daerah mulai
dari gaya tampilan sampai sifat, sikap dan kebiasaan yang berbeda. Selain itu
kita juga memiliki banyak jejaring yang luas ketika kita mulai hidup di tanah
perantauan. Berbeda jika kita hanya di desa dan jauh dari orang-orang baru yang
tidak kita dapatkan selain dikota besar.
Kuliah
merupakan dambaan bagi semua orang terkhusus bagi yang berasal dari desa
menjadi kebanggan tersendiri sebagai putra daerah yang mampu diterima di
perguruan tinggi negeri favorit di Surabaya. Rasa bangga itu sampai saat ini
masih terasa dan terpacu untuk bisa menjadi mahasiswa berprestasi nantinya. Selama
satu semester telah banyak pengalaman yang saya dapatkan di kota perantauan
ini. Mulai dari pengalaman pahit sampai pengalaman menyenangkan. Sedikit cerita
bahwa pengalaman pahit saya dikota perantauan ini adalah saya kehilangan banyak
barang berharga saya karena dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Ketika saya sedang sholat dan saya menaruh barang saya tersebut dibelakang saya
tidak menghiraukan akan keamanan barang saya tersebut, saya berfikir bahwa
pasti akan aman-aman saja.
Setelah
saya selesai menunaikan sholat barang saya tersebut sudah tidak ada dan hilang.
Kemudian tanpa berfikir panjang saya langsung untuk melihatnya di camera CCTV
di fakultas. Dikamera tersebut terlihat jelas bahwa ada seseorang yang masuk ke
dalam masjid fakultas dan mengambil barang milikku. Takdir sudah menjadi garis besar
bahwa nasi juga sudah manjadi bubur.
Sikap yang harus bisa diambil dari kejadian tersebut adalah ikhlas menerimanya
serta selalu berfikiran positif pasti tuhan akan mengganti dengan yang lebih
baik. Mendoakan orang yang melakukan perbuatan tersebut agar disadarkan dengan
hidayah-Nya. Pelajaran yang dapat saya petik adalah agar selalu berhati-hati
dalam menaruh barang di suatu tempat serta semua di dunia ini adalah
titipan-Nya agar kita tidak kufur akan nikmat yang terlah diberikan kepada
kita.
Pengalaman
bahagia juga banyak saya dapatkan selama satu semester ini. Mulai dari
pengalaman organisasi dengan mendapat keluarga baru sampai sedikit prestasi
sang telah saya ukir selama satu semester
ini. Pengalaman organisasi saya mengikuti 4 organisasi kampus dan 1
organisasi eksternal kampus. Dari 4 organisasi internal kampus tersebut adalah
BEM FST Unair, JIMM FST Unair, UKM Penalaran Unair dan UKM Seni Religi Unair.
Didalam BEM sendiri saya diamanahi untuk memegang program kerja komunitas lomba
dimana tupoksinya adalah mewujudkan mahasiswa aktif untuk mengikuti perlombaan.
Didalam ukm pealaran saya kebetulan di amanahi menjadi kepala divisi kompetisi
yang juga memiliki banyak target dalam satu tahun kepengurusan kedepan.
Prestasi
didalam satu semester ini sedikit saya ukir yang nantinya saat lulus saya
berkeinginan menjadi mahasiswa berprestasi. Prestasi saya didalam bidang
kepenulisan baik itu lomba karya ilmiah sampai dengan business plan. Saya dalam
semester 1 telah mendapat juara 3 LKTIA tingkat nasional, selain itu saya juga diberi kesepatan untuk
menjadi finalis Business Plan Competition di salah satu Universitas Swasta
Favorit di Surabaya. Oleh karena itu,
penulis berpesan bagi anak rantau janganlah engkau ragu dan yakinlah ada
Tuhan yang selalu menolongmu dikalau sedih maupun senang.